orang tua adalah pahlawan ku


  Perkenalkan nama saya adalah Virgy Alwaisu Insan. Lahir di Pontianak, 7 September 2002. Saya lahir dari keluarga pahlawan, yang dimana pahlawan itu berjuang untuk kehidupan saya. Pahlawan itu berjumlah dua orang, yang satu berjenis kelamin laki-laki dan yang satu lagi berjenis kelamin perempuan. Ya mereka itu adalah orang tua saya sendiri yang merupakan pahlawan dikehidupan saya. Pahlawan yang laki-laki itu bertugas menjadi ayah yang bertanggung jawab buat saya, perkenalkan nama nya adalah Matrohim lahir di Jawa Timur, 5 Agustus 1973. Dan pahlawan yang perempuan itu bertugas menjadi ibu yang selalu memberi belas kasih kepada saya, perkenalkan nama nya adalah Nuraisyah lahir di Pontianak, 5 September 1976. Mereka dipertemukan dan menjalin tali kasih dan mendapat karunia mempunyai 2 anak, laki-laki yaitu saya sendiri dan yang peremupuan yaitu adik saya yang bernama Dinda Alifya. 


    Bercerita tentang orang tua saya, saya akan menceritakan tentang ayahku terlebih dahulu. Ayah ku merupakan pegawai swasta disebuah perusahaaan yaitu Agro Abadi. Ia merupakan tamatan SMP yang mempunyai jutaan talenta. Walaupun hanya tamatan SMP akan tetapi bakat yang dimiliki sangat banyak berbeda dengan saya yang kuliah akan tetapi tidak mempunyai bakat sebanyak yang dimiliki ayah saya. Ayahku bisa apa saja dari listrik, bengkel, musik, seni dan lain-lain. Karena faktor itu lah ayahku adalah motivasi saya untuk bisa melakukan apa saja seperti yang dilakukan oleh ayah saya. Beliau sangat hobi bermain gitar, ia sangat suka musik dan seni. Itulah mengapa saya bisa bermain gitar hingga sekarang ini karena motivasi kepada ayah saya.

   Ayah saya cukup tinggi, postur badan nya tegap, bulu matanya lentik, kulitnya berwarna sawo matang, hidungnya mancung dan yang paling penting dia sangat manis. Dan jangan lupa dia orangnya tegas bukan berarti keras, itulah membuat saya dan adik saya sangat segan kepada ayah saya. Ketika beliau menyuruh saya dan adik saya harus langsung dikerjekan jika tidak dia langsung marah dan kami akan mendapat siraman rohani hahaha. Setegas-tegasnya ayah saya dia juga orang yang sangat humoris, teman-teman saya sangat suka juga kepada ayah saya karena dia orangnya asik. Dia orangnya suka mengobrol dan termasuk friendly maka tak salah teman saya bilang kalau beliau orangnya asik. Ketika teman saya ngumpul dirumah saya, ayah saya biasa ikut berkumpul kepada kami. Dan dia biasanya menceritakan pengalaman dia semasa muda dulu kepada kami, dia bilang “ketika kalian sukses nanti jangan pernah melupakan orang-orang yang selalu mensupport kalian dari bawah, jangan pernah menjadi kacang lupa kulit”katanya

   Ayah saya pernah bercerita tentang masa lalu nya dulu, kalau dari dulu dia memang terlahir dari keluarga ekonomi menengah kebawah hingga dia mempunyai anak pun anaknya merasakan kehidupan susah karena dirinya. Dia bercerita seperti itu membuat saya sedih sekali, bagi saya pribadi orang tua saya adalah orang yang sukses karena telah berhasil membesarkan dan menyekolahkan saya dan adik saya. Saya tidak pernah merasa kurang walaupun keadaan kami terkadang kekurangan, karena pahlawan saya yaitu ayah saya selalu mencari solusi untuk membuat kami merasa cukup. Ayah saya selalu berpesan kepada saya, dia bilang “kita ini adalah orang susah jadilah manusia yang selalu bersyukur, jangan pernah ikut-ikutan kawan yang tidak genah karena kamu mempunyai adik yang harus dijaga dan harus menjadi panutan untuk keluarga”katanya. Nasehat itulah yang selalu saya pegang hingga sekarang, maka dari itu saya tidak pernah gengsi dan hidup dengan apa adanya dan tidak pernah mendengarkan omongan orang lain dan tetap fokus kepada keluarga saya sendiri


   Setelah menceritakan pahlawan yang laki-laki giliran kita menceritakan pahlawan yang perempuan ini. Ini adalah pahlawan favorit saya dan ini juga cinta pertama saya, apa lagi kalau bukan ibu saya ibu yang sangat saya sayangi itu. Ibu adalah alasan saya ketika melakukan hal apapun selain ayah saya itu, dia juga merupakan penyemangat saya dalam melakukan hal apapun. Kalau menceritakan soal ibu saya ini, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi karena saya sangat sayang dan dekat kepadanya. Sungguh saya sudah besar begini saya tetap tidak bisa jauh dari beliau, apa yang ada didalam diri saya itulah diri ibu saya karena gen dari nya turun ke saya langsung. Saya sangat manja kepada ibu saya, terkadang gara-gara sikap manja saya itu saya dimarah oleh ibu saya haha.

   Ibu saya merupakan ibu rumah tangga yang mengurus rumah dan anak-anaknya. Berbeda dengan ayah saya yang banyak bakatnya, ibu saya hanya seperti orang biasa saja akan tetapi soal masak memasak boleh dites ya kawan kepada ibu saya ini, dia chef lulusan autodidak tanpa masuk ke master chef dahulu haha. Dia merupakan orang yang paling posesif dan cerewet, setiap hari ada saja yang diomelkan kepada anak-anaknya. Dia paling tidak suka saya nakal seperti anak-anak yang lainnya, wajar saja jika saya pergi malam pasti selalu dilarangnya jika saya keluar pun pasti akan ada dering telpon darinya yang menyuruh saya untuk cepat pulang. Walaupun orang lain menilai ibu saya cerewet dan posesif akan tetapi bagi saya itu adalah sebuah perhatian dari seorang ibu kepada anaknya. Wajar saya tidak pernah bisa berjauh dari nya karena kenyamanan kasih sayang yang telah diberikan nya.

   Ibu saya tidak terlalu tinggi ya cukup jauh jaraknya dari badan ayah saya, kulitnya berwarna putih, hidungnya mancung, dan yang terpenting dia sangattttt manis. Dan jangan lupa dia oragnya sangat penyayang kepada anak-anaknya. Dia lah selalu membaguskan setiap apa yang selalu saya kerjakan, walaupun pekerjaan saya itu terlihat tidak bagus. Dan dia juga yang selalu memuji saya berwajah ganteng walaupun kenyataan nya tidak, dia juga sama seperti ayah saya sama-sama selalu cepat jika selalu nyuruh. Dan dia juga yang selalu mengajari saya melakukan pekerjaan wanita seperti masak, nyuci baju, nyuci piring dan lainnya. Katanya “semua pekerjaan itu tidak melihat jenis kelamin apa yang penting kita harus selalu bisa jangan pernah mengharapkan seseorang, kalau kita bisa kenapa harus orang lain”.  

   Sekali lagi orang tua ku adalah pahlawan bagiku, aku berharap bisa membuat mereka bangga dan bahagia seperti yang telah mereka ajarkan kepada ku. Orang tua ku dan mungkin latar belakang keluarga ku mungkin berbeda dari orang lain diluar sana akan tetapi aku sangat bersyukur bisa dilahirkan dari orang tua yang berwujud pahlawan sepertj mereka. Didikan mereka itu adalah pelajaran paling berharga yang tidak bisa didapat dimana pun. Terima kasih pahlawan ku
Sekian dari blogku yang biasa ini

Komentar